Awalan

Ruhut PDIP: Makin Sadis Penilaian ke Anies, Masih Mau Jagokan Anies di Pilpres?


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi sorotan publik lantaran pihaknya kembali menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat kasus Covid-19 di Jakarta terus melonjak.
Termasuk Politisi PDIP Ruhut Sitompul yang menyebut penilaian buruk terhadap Anies semakin membludak. Baca Juga: Terbongkar Semua oleh Mahfud MD, Gara-Gara Anies, Negara Tekor Rp297 Triliun
"Makin sadis saja penilaian terhadap Anies Baswedan Gubernur DKI, masih ada yang menjagokan do’i Capres RI 2024 hahaha, Belanda masih jauh, ya sudah di tengah COVID-19 yang membuat AB serba salah mari laksanakan dengan disiplin Protokol Kesehatan," cuitnya dalam akun Twitternya, seperti dilihat, Selasa (15/9/2020). Baca Juga: Soal PSBB Anies Katanya Ditentang Pusat? Sekarang Dibongkar Semua Oleh Orang Istana
Lebih lanjut, ia juga mengunggah video yang berisi tentang kritikan seorang perempuan kepada Anies.
Terlihat, perempuan dengan kaus navy itu, melihatkan sejumlah artikel berita yang menunjukkan Anies salah dalam mengambil berbagai keputusan.
"Jakarta mau PSBB lagi, sebelumnya Anies sudah pinjam anggaran 12,5 triliun sama pusat, kemudian pinjem lagi 4 triliun untuk 2020, 8 triliun untuk 2021, dan nagih sama pusat 5,1 triliun. Disini nih, Anies berani gak jelasin sama para pendukungnya," kata perempuan dalam video itu.
Sementara itu, dana-dana yang dipinjam Anies, harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat khususnya kepada para pendukungnya.
"Jangan melakukan pembodohan kepada masyarakat seperti apa yang dilakukan di era Soeharto," kata dia.
Bahkan, ia menuding, jika Anies mengambil kebijakan PSBB bukan untuk mengurangi Covid-19, tetapi untuk membuat dana 12,5 T itu tidak ditagih oleh pemerintah pusat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ruhut PDIP: Makin Sadis Penilaian ke Anies, Masih Mau Jagokan Anies di Pilpres?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel