Awalan

Heboh aksi ludahi Alquran, NU: Mereka belum tahu indahnya Islam


aksi ludahi Alquran. Foto: Twitter
Demonstrasi anti-Islam yang diwarnai perusakan serta peludahan Alquran pecah di Swedia dan Norwegia. Terkait hal itu, Nahdlatul Ulama atau NU Jawa Timur mengimbau masyarakat Indonesia jangan terpancing dan tetap bersikap tenang.

Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Safruddin Syarif mengatakan, mereka yang benci terhadap Islam kebanyakan terprovokasi melalui media dan sejumlah sumber pemberitaan lainnya. Itulah mengapa, membalas perbuatan mereka sejatinya percuma.

“Dari dulu kita sudah mengerti, bahwa mereka yang benci Islam dan umat Islam, benci ayat-ayat Alquran, itu adalah mereka-mereka yang termakan provokasi dan termakan isu-isu negatif tentang Islam yang tidak benar,” ujar Safruddin, dikutip dari Acehsatu, Rabu 2 September 2020.

“Saya berharap, muslim di Indonesia sudah dewasa, kita sudah tahu bahwa memang hal seperti ini tidak baru (bukan hanya terjadi sekali). Kita juga jangan termakan isu. Kalau membalas dengan membakar kitab suci mereka, jangan,” sambungnya.


Safruddin mengingatkan, Islam—sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad—selalu mengutamakan nilai-nilai kebaikan. Sehingga, saat ada kelompok yang berusaha menyerang Islam dengan cara yang sama, sebaiknya dimaafkan. Sebab dengan demikian, mereka bakal menyadari keindahan agama tersebut.

“Kita tunjukkan bahwa Islam adalah merupakan agama yang rahmatan lil alamin, agama yang mampu membalas sesuatu kejahatan dengan kebaikan. sehingga mereka pada akhirnya akan sadar karena ini dicontohkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,” tegasnya.

Safruddin kemudian menyontohkan bukti-bukti Nabi Muhammad selalu memaafkan pihak-pihak yang acap menyerangnya. Bahkan, bukan hanya itu, dia juga mendoakan hal-hal baik kepada mereka.

Sama halnya dengan yang terjadi saat ini, kelompok garis keras yang berani membakar Alquran di muka publik sebenarnya belum memahami Islam yang benar. Sehingga, mereka belum bisa menemukan sisi keindahannya.

“Ketika Nabi dilempari batu justru Nabi mendoakan kebaikan untuk penduduk Thaib. Nabi mendoakan mereka mendapatkan hidayah dan mendoakan agar Allah memaaafkan mereka,” imbuhnya.

“Mereka belum tahu kebenaran Islam dan keindahan Islam.”


Alquran berisi kebaikan universal
Meski berstatus sebagai kitab suci agama Islam, namun secara keseluruhan, kata Safruddin, Alquran mengajarkan kebaikan kepada seluruh umat manusia. Maka secara tak langsung, ketika ada pihak yang membakar, merusak, serta meludahinya, mereka sama saja menentang kebaikan secara umum dan luas.

“Saya yakin mereka tidak tahu bahwa itu (berita tak benar soal Islam) adalah kebohongan, bahwa kitab suci Alquran mengajarkan sesuatu yang sangat baik tentang kemanusiaan. Jangankan untuk umat Islam tapi Quran itu adalah petunjuk untuk seluruh umat manusia, tidak hanya untuk umat Islam saja,” kata dia.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Heboh aksi ludahi Alquran, NU: Mereka belum tahu indahnya Islam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel