Awalan

Tafsir Al-Kahfi 25-26: Wakil Presiden Setuju RUU-HIP?


KH.  Ma'ruf Amin |  (ANTARA FOTO / Hafidz Mubarak A)

 Oleh: Dr.  KH.  A Musta'in Syafi'ie M.Ag *

 25. Walabitsuu fi kahfihim tsalaatsa mi-atin di siniina waizdaaduu tis’aan

 Dan mereka tinggal di gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.

 26. Quli allaahu a'lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu alssamaawaati waal-ardhi abshir bihi wa-asmi 'maa lahum min duunihi min waliyyin walaa yusyriku fii hukmihi ahadaan

 Katakan, Allah paling tahu berapa lama mereka tinggal (di gua);  Kepunyaan-Nya segala yang tersembunyi di langit dan di bumi.  Seberapa cerah mata-Nya dan seberapa tajam telinga-Nya;  tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia;  dan Dia tidak menganggap siapa pun sebagai sekutu-Nya dalam memutuskan. "

 INTERPRETASI YANG SEBENARNYA

 "ABSHIR, ASMI '".  Amati dan Dengarkan.  Nasihat yang bijaksana!  Berkaitan dengan RUU - HIP (Arahan Ideologis Pancasila) yang akan dibahas di DPR dan menuai respons keras dari berbagai elemen, termasuk Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama ', Muhammadiyah, dll., Kini pemerintah telah resmi menunda diskusi.

 Pamflet akademik yang mendasari HIP adalah kebutuhan untuk membuat pedoman untuk penciptaan, rasa, niat, dan karya bangsa Indonesia dalam mencapai keadilan dan kesejahteraan sosial dengan semangat keluarga dan bantuan timbal balik untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan keilahian, kemanusiaan, persatuan, kewarganegaraan  yang adil secara sosial.

 Arahnya bagus, tidak ada yang menyimpang baik dari pancasila-an dan sisi Islam.  Tetapi karena RUU ini tidak memasukkan Keputusan MPRS No.XXV tahun 1966 tentang pembubaran PKI dan larangan kegiatan, penyebaran ideologinya, maka dipahami untuk membuka peluang lahirnya ideologi itu.  Tentu saja, negara yang memahami bagaimana PKI bersalah atas kejahatan serius terhadap negara ini tidak akan dimaafkan.

 Ya, memang komunisme bukan berarti harus kafir.  Komunis (komunitas) adalah pemahaman sosial berdasarkan kerja sama.  Pada dasarnya, Islam juga memposisikan manusia secara setara, tanpa diskriminasi.

 Karena itu, dulu ada kiai dari Solo yang tertarik dan ngomong-ngomong bergabung dengan PKI.  Benar, pekerjaan sosial itu baik, karena itu membuat orang menjadi makmur.  Rupanya, dia mati sebelum PKI mengubah arah dan menyimpang, menjadi kendaraan politik bagi ateis, ateis, dan kejahatan.  Allahumm ighfir lah.

 Dan PKI benar-benar menjadi partai orang-orang kafir, penyangkalan Tuhan yang sangat jahat memusuhi umat Islam, terutama para siswa, disiksa, dibunuh, dan dibantai dengan kasar.  PKI juga mengkhianati negara, mengintimidasi dan menggulingkannya, tetapi Tuhan menyelamatkannya.  Ingat peristiwa Madiun dan G30S / PKI, kemudian bubar dan sampai sekarang keputusan untuk membubarkan masih berlaku.

 Apa yang bisa diambil dari tragedi RUU HIP ini?  Sesuai dengan pesan dari ayat pelajaran, kita harus menjadi "Abshir, Asmi '".

 Pertama, ternyata benih-benih PKI sekarang sudah mendarah daging sehingga mereka bisa masuk ke DPR, bahkan mungkin di pemerintahan kita.  Buktinya, pemerintah tidak langsung mengkritik RUU HIP.  Setelah protes besar-besaran, hanya meminta penundaan.  Semoga ini bukan sikap paksaan atau kemunafikan.

 Kedua, sebenarnya kita bisa dengan mudah melacak orang.  Lihat saja dari mana ide itu pertama kali muncul, siapa penggagasnya, yang juga menyusun RUU ini.  Pasti lahir dari pribadi dulu.  Dia sudah tahu bahwa MPRS Tap masih berlaku.  Kenapa kamu begitu putus asa.

 Ketiga, ketekunan adalah peringatan bagi kita.  Bahwa dia jelas tidak sendirian.  Mereka adalah komunitas tak kasat mata yang pasti memperhitungkan semuanya.  Termasuk kemungkinan risiko terburuk, juga jalan keluarnya.

 Ketiga, apa yang disampaikan pemerintah melalui dua menterinya adalah penundaan, bukan pembatalan.  Yang hanya masalah waktu dan akan berlanjut di beberapa titik.

 Itulah versi wakil presiden, karena pemerintah lebih fokus menangani Covid-19.  Mudah-mudahan ini bukan sinyal, bahwa kiai juga setuju bahwa RUU-HIP dilanjutkan, hanya tidak sekarang.

 Interpretasi Aktual ini sangat ingin, tagihan HIP-HIP harus dibatalkan selamanya.  Karena hanya keledai yang tenggelam dua kali ke dalam lubang yang sama.

 * Dr.  KH.  Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Nanny dari Rubrik Rubrik Tafsir Al-Quran Nasional, dan Nanny di Sekolah Asrama Madrasatul Qur'an (MQ), Tebuireng, Jombang.

 Klik di sini untuk halaman aslinya

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tafsir Al-Kahfi 25-26: Wakil Presiden Setuju RUU-HIP?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel