Awalan

MIRIS, Begini Kronologi 5 Pemuda Gantian Setubuhi Gadis 16 Tahun Selama 2 Hari, Berawal di Facebook


 
TRIBUNPEKANBARU.COM - Malang dengan apa yang dialamui oleh gadis ini, Ia mengalami tindakan pencabulan oleh 5 pemuda sekaligus.

Sang gadis 16 tahun itu dicabuli 5 pemuda bergantian selama dua hari di kamar indekos pacarnya di Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat ( Kalbar).

Kronologi persetubuhan terhadap korban di bawah umur itu berawal dari kenalan dengan seorang pemuda yang kemudian hari menjadi pacarnya.

Kasus ini mirip dengan yang terjadi di Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, Jawa Timur beberapa pekan lalu.

Korban yang merupakan gadis asal Blitar disetubuhi 5 pria di rumah kosong.

Untuk kasus di Pontianak ini, kini polisi sudah menangkap tiga pelaku. Sedangkan dua pelaku masih buron.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Komarudin mengatakan, dalam kasus tersebut, tiga orang pelaku telah ditangkap di sejumlah tempat berbeda.

Ketiganya masing-masing berinisial EP (21), WR (20) dan NP (18).

“Ketiga pelaku yang telah ditangkap kini dalam pemeriksaan mendalam.

Dua pelaku lain masih dalam pengejaran,” kata Komarudin kepada wartawan, Selasa (9/6/2020).

Komarudin menerangkan, kejadian tersebut bermula ketika korban dan pelaku EP berkenalan di Facebook sejak sebulan yang lalu.

Sejak saat itu, mereka saling kontak dan berpacaran. Kemudian, pada Kamis (4/6/2020), EP menjemput korban di rumah kakaknya.

“Lalu korban dibawa ke sebuah kamar indekos milik teman EP di kawasan Pontianak Barat.

Ternyata di sana sudah menunggu 4 teman EP,” ucap Komarudin.

Di kamar indekos tersebut, korban tidak dipulangkan selama dua hari.

Selama waktu itu, korban dicabuli kelima pelaku secara bergantian.

Komarudin melanjutkan, sampai dengan ini, korban masih dalam pendampingan untuk pemulihan psikologisnya.

Polisi juga masih mendalami setiap keterangan yang diperoleh dari korban dan pelaku.

“Kepada pelaku kita jerat Pasal 81 dan 82 Undang-undang tentang Perlindungan Anak.

Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun,” sebut Komarudin.

Gadis 18 tahun di Tulungagung dirudapaksa 5 pria bergantian


Terpisah, kasus yang terjadi pada seorang gadis 18 tahun warga Kabupaten Blitar dirudapaksa lima pria di Tulungagung menemukan sederet fakta.

Sekedar informasi, saat gadis 18 tahun itu dirudapaksa, pelaku secara diam-diam merekam aksi tersebut menggunakan ponsel.

Kemudian video tak senonoh itu disebar hingga Viral di Whatsapp (WA).

Bahkan, orang tua korban juga sempat mendapatkan kiriman video tersebut.

Orangtua korban lantas melapor ke pihak kepolisian dan langsung dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Berikut fakta-fakta gadis 18 tahun dirudapaksa lima orang pria di Tulungagung.

1. Aksi Tak Senonoh Dilakukan di Rumah Kosong

Korban yang diketahui bernama Melati (nama samaran), merupakan warga Kabupaten Blitar.

Kejadian yang merenggut keperawanannya tersebut terjadi di sebuah rumah kosong di Desa Jabon, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung.

Kapolsek Kalidawir, AKP Santoso, melalui Kanit Reskrim, Ipda Bambang Kurniawan, mengungkapkan awalnya ada video rekaman seorang gadis yang diperlakukan tidak semestinya.

Video viral itu kemudian diselidiki Bambang, hingga bisa mengidentifikasi Melati.

"Kami kemudian mengonfirmasi ke orang tua gadis itu dan ternyata memang benar," terang Bambang, Selasa (26/5/2020).

Dari hasil penyelidikan diketahui aksi rudapaksa terjadi pada Jumat (17/5/2020) sekitar pukul 12.00.

2. Dipaksa Minum Alkohol

Sebelum melancarkan aksi bejatnya, salah satu pelaku yang diketahui berinisial MRminta Melati ikut menenggak minuman beralkohol, sebelum mengantarkannya pulang.

Namun saat Melati sudah tak sadarkan diri, MR dan kawan-kawan melakukan rudapaksa secara bergantian.

"Proses hukum masih berjalan, kami di-backup oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung," pungkas Bambang.

3. Pelaku Ada yang Masih di Bawah Umur

Orang tua Melati tak tinggal diam dan langsung membuat laporan resmi ke Polsek Kalidawir.

"Kami kemudian bergerak melakukan penyelidikan, untuk mengidentifikasi para pelaku di dalam rekaman itu," sambung Bambang.

Kini kelima pelaku masing-masing berinisial MR, AK, YG, AL, dan SA, berhasil ditangkap pada Senin (25/5/2020) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat ini para terduga pelaku berada di ruang tahanan Mapolsek Kalidawir, sambil menunggu proses penyidikan.

Sejumlah barang bukti juga disita, antara lain tikar, celana dalam dan kaos milik korban, serta sebuah ponsel yang dipakai merekam aksi rudapaksa itu.

"Semua masih kami dalami peran masing-masing," ungkap Bambang.

4. Kondisi Korban saat ini

Sementara Kepala UPPA Satreksrim Polres Tulungagung, Iptu Pujiarsih menimpali, saat ini korban ada bersama orang tuanya.

Sejauh ini kondisinya baik, sehingga tidak membutuhkan perawatan.

Namun jika nanti ada trauma, korban akan mendapat pendampingan khusus.

"Misalnya ada trauma karena kejadian itu, nanti kami mintakan pendampingan psikolog," ujar Retno.

5. Kasus Serupa Dilakukan di Kandang Ayam

Kasus persetubuhan sebelumnya dialami siswi SMP Gresik (MD) yang dirudapaksa pria 50 tahun yang masih saudara jauhnya, di kandang ayam.

Kejadian ini dilakukan pada awal Maret 2019.

Ibu MD, IS menceritakan awal mula kisah pilu yang menimpa anak ketiganya itu.

Saat itu, dia bersama anaknya sedang membantu membuat kue untuk pernikahan saudaranya, bersama istri pelaku SG.

MD dimintanya untuk mengantar kue hajatan untuk acara pernikahan ke rumah SG.

Di sana lah, SG berusaha melancarkan aksi bejatnya.

Mulai dari memberi iming-iming uang hingga mengancam.

MD yang masih bocah itu tidak dapat berbuat banyak.

Bapak dua anak itu melancarkan aksi bejatnya di dalam rumah.

Berselang satu pekan, SG kembali ingin melampiaskan nafsunya kepada MD.

Lagi-lagi, pria beristri ini memberikan uang sebesar Rp 100 ribu sebagai uang tutup mulut, kemudian ancaman agar tidak ketahuan hingga memberi pil yang disebut-sebut obat anti-hamil.

Dalam kurun waktu satu tahun, total sudah enam kali aksi bejat dilakukan hingga MD berbadan dua.

"Pernah satu kali di kandang ayam, anak saya diancam.

Padahal SG itu masih saudara saya," kata IS dengan nada jengkel, Jumat (1/5/2020).

IS yang seorang ibu rumah tangga ini baru mengetahui bahwa anaknya hamil pada Rabu (22/4/2020).

Saat itu, dia melihat perilaku anaknya yang mulai mengenakan pakaian yang ukurannya agak besar.

Bahkan menutupi perutnya menggunakan sarung saat tidur.

Tubuh anaknya juga seperti orang hamil, terutama di bagian perut yang terlihat buncit.

Dia bersama anak keduanya, berusaha mencari tahu perubahan mencolok pada MD yang sebelumnya dikenal periang dan selalu aktif mengikuti lomba itu.

"Akhirnya anak saya ngaku telah dihamili oleh SG.

Hati saya terpukul, itu saudara sendiri kenapa tega melakukan itu ke anak saya yang masih kecil," katanya.

Saat itu juga, IS memanggil SG dan aksi bejat itu terbongkar.

SG yang merupakan saudaranya sendiri mengakui perbuatannya dan siap tanggung jawab.

"Tanggung jawab untuk menggugurkan kandungan anak saya. Saya tidak mau. Ini sudah dosa masa mau dosa lagi," tegas wanita berkerudung ini.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Kronologi Gadis 16 Tahun Disetubuhi 5 Pemuda Bergantian Selama 2 Hari, Awalnya Kenal di Facebook, https://surabaya.tribunnews.com/2020/06/09/kronologi-gadis-16-tahun-disetubuhi-5-pemuda-bergantian-selama-2-hari-awalnya-kenal-di-facebook?page=all.

Klik disini untuk halaman asli

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "MIRIS, Begini Kronologi 5 Pemuda Gantian Setubuhi Gadis 16 Tahun Selama 2 Hari, Berawal di Facebook"

  1. ayo segera bergabung dengan kami hanya dengan minimal deposit 20.000
    dapatkan bonus rollingan dana refferal ditunggu apa lagi
    segera bergabung dengan kami di i*o*n*n*q*q

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel