Awalan

Wapres Sebut Negara Mayoritas Berpenduduk Islam Sulit Maju,Ini Alasannya


Maruf Amin mengatakan jika sebagian besar negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam susah untuk maju.
Wapres Sebut Negara Berpenduduk Mayoritas Islam Sulit Maju, Ini Alasannya
Wakil Presiden Maruf Amin. (Foto: Dokumentasi KIP-Setwapres)
Suara.com - Wakil presiden Maruf Amin mengatakan jika sebagian besar negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam susah untuk maju. Pun demikian ini terjadi di Indonesia.

Melansir dari Hops.id--jaringan Suara.com--, Selasa (12/5/2020), pernyataan tersebut bukan sekadar ungkapan belaka. Pasalnya, dia turut menjabarkan sejumlah faktor, mengapa bisa demikian.

Menurut Wapres Maruf Amin, susahnya maju negara berpenduduk agama Islam karena menerapkan cara pikir konservatif dalam kehidupan sehari-hari. Maka, ekonomi dan pendidikan pun menjadi tertinggal.

“Cara berpikir konservatif menjadi salah satu penyebab mengapa negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim masih tergolong underdevelopment country dan mengalami ketertinggalan dalam ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya,” kata Wapres Maruf Amin saat menyampaikan ceramah yang disiarkan TVRI seperti dikutip Antara, Senin (11/5/2020).

Wapres Maruf Amin kemudian menilai cara berpikir tersebut semakin berkembang akhir-akhir ini, khususnya ketika muncul kelompok-kelompok masyarakat yang berpikir bahwa kemurnian Islam harus dibangun dengan cara tekstualis.

“Cara berpikir seperti itu memang sudah mulai berkembang akhir-akhir ini, ketika isu kemurnian Islam harus dibangun dengan kemudian kita mengalami kemunduran berpikir dan mengarah pada cara pikir yang sangat tekstual,” katanya.

Kelompok konservatif tersebut, lanjut Wapres Maruf Amin, biasanya menolak adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena dianggap tidak sesuai dengan pemahaman mereka terhadap ajaran agama Islam secara tekstual.

Padahal, kata dia, pemahaman secara tekstual dan konservatif itu tidak sesuai dengan salah satu sabda Nabi Muhammad SAW. Cara berpikir konservatif tersebut juga menghambat upaya-upaya dalam mewujudkan peradaban Islam.

Untuk membangun kembali peradaban Islam, kata Wapres Maruf Amin, pola pikir wasathi atau moderat harus ditanamkan dan dikembangkan di negara Islam dan negara berpenduduk mayoritas Muslim.

“Cara berpikir konservatif seperti itu menghambat dan kontraproduktif terhadap upaya membangun kembali peradaban Islam. Oleh karena itu, cara berpikir wasathi dapat menjadi pijakan kuat untuk kita membangun kembali peradaban Islam yang kuat,” katanya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Wapres Sebut Negara Mayoritas Berpenduduk Islam Sulit Maju,Ini Alasannya"

  1. Maaf..negara Islam sulit maju..karena tidak ada dukungan dan pengarahan.baik dari pihak perorangan, pembisnis.maupun pemerintah..sudahkan anda untuk berbagi..membantu..dan mengurus...untuk kesejahteraan Indonesia..program apa..yang bisa membuat negara kita maju..untuk semua.mulai dari sekarang..siapapun itu..mari kita ringankan.dan bantu...mulai dari tetangga..dari sekitar
    Dari pulau dan dari kita sendiri..agar bangsa kita maju..baik secara agama..dan juga negara
    .

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel